Inilah Beberapa Kekurangan Saham Syariah (Pengalaman Kami)

Inilah Beberapa Kekurangan Saham Syariah (Pengalaman Kami)

Inilah Beberapa Kekurangan Saham Syariah

Bursa efek Indonesia saat ini sedang menggalakkan kampanye untuk menarik masyarakat berinvestasi saham. Salah satu saham yang dapat menjadi pilihan adalah saham syariah terutama untuk Anda yang menginginkan terpenuhinya prinsip-prinsip syariah.

Namun, tentunya ada beberapa kekurangan dari saham syariah. Inilah beberapa kekurangan saham syariah yang akan dipaparkan di dalam artikel ini.

Advertisements

Untuk Anda yang memperhatikan kehalalan harta pendapatan Anda, saham syariah dapat menjadi pilihan. Saham syariah memenuhi prinsip-prinsip Islam dalam pengelolaannya.

Di antaranya adalah tidak mengandung riba (bunga), gharar (ketidakpastian), dan maysir (judi). Transaksi pun dilakukan dengan prinsip bagi hasil sehingga tidak bertentangan dengan hukum Islam.

Namun, investasi saham syariah tetap memiliki kekurangan. Inilah beberapa kekurangan saham syariah.

Beberapa Kekurangan Saham Syariah

  1. Investor ikut menanggung kerugian yang dialami perusahaan

Pertama, karena akad yang dijalankan adalah bagi hasil, maka investor tidak hanya menerima hasil keuntungan tetapi juga ikut menanggung kerugian. Baca Cara Investasi Tanah Kavling

Maka apabila perusahaan tempat kita menginvestasikan saham mengalami kerugian, Anda harus ikut menanggung kerugian yang dialami perusahaan.

Dalam menjalankan investasi saham, Anda setidaknya harus memahami beberapa hal terkait ekonomi makro dan bagaimana menilai kinerja perusahaan.

Anda perlu untuk membaca kondisi ekonomi apakah terdapat pertumbuhan atau sedang mengalami penurunan.

Portofolio perusahaan pun harus Anda cermati salah satunya melalui laporan keuangan yang dipublikasikan. Oleh karena itu, Anda juga harus selalu aktif belajar.

Advertisements
  1. Risiko berkurangnya nilai riil modal

Kekurangan selanjutnya adalah Anda harus menanggung risiko berkurangnya nilai riil modal yang diinvestasikan.

Maksudnya, saham yang Anda jual di masa depan akan bernilai harga yang sama dengan saat dibeli. Padahal, nilai uang selalu berkurang sepanjang waktu. Baca Membeli Saham Syariah Online

Namun, semua bergantung pada kinerja perusahaan tempat Anda berinvestasi. Sekali lagi Anda harus cermat dalam mengamati kondisi ekonomi dan kinerja perusahaan.

Jangan sampai karena salah perhitungan bukan keuntungan yang didapatkan tetapi justru menanggung kerugian.

  1. Pilihan saham terbatas dan nilai return lebih kecil daripada saham konvensional

Saham syariah hanya dapat disalurkan kepada perusahaan yang memenuhi ketentuan prinsip hukum Islam. Tentunya, jumlahnya lebih terbatas daripada saham konvensional.

Saham-saham dengan portofolio yang baik seperti LQ45 pun tidak seluruhnya dapat diinvestaikan dalam saham syariah.

Selain itu, secara nilai, return yang didapatkan dari saham syariah lebih kecil daripada saham konvensional. Hal inilah yang membuat pangsa pasar modal syariah masih sangat kecil dibandingkan konvensional.

Inilah beberapa kekurangan saham syariah yang telah dipaparkan di atas. Namun, hal ini jangan sampai mengurangi niat Anda untuk berinvestasi saham.

Segala hal memang harus dijalankan dengan dasar ilmu dan pengetahuan yang memadahi. Apalagi di zaman sekarang, berbagai macam informasi dan pengetahuan dapat dengan mudah diakses melalui internet. Baca Mekanisme Investasi Saham Syariah

Saat ini, Bursa Efek Indonesia melalui program Yuk Nabung Saham sedang banyak mengadakan pelatihan investasi saham di berbagai kota. Selamat belajar dan berinvestasi.

Advertisements

Facebook Comments

Leave a Reply